Jumat, 11 Desember 2015

BE THE LIGHT (JADILAH TERANG)



BE THE LIGHT
(JADILAH TERANG)
Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman baik suku maupun budaya, saat ini masih ada 200 suku terabaikan yang belum mengenal Kristus ditambah pula “suku-suku” baru yang terlahir di perkotaan (kaum sub kultur). Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga memberi dampak besar dalam masyarakat kita. Ini semua menjadi tantangan tersendiri bagi kita sebagai orang percaya. Dalam dunia yang semakin egois, hedonis dan kompromis; diperlukan orang-orang yang berdiri teguh dalam kebenaran (stand true). Di tengah kegelapan zaman, diperlukan “terang” ...... dan kita dipanggil untuk menjadi terang Kristus di muka bumi ini.
Dalam album TERANG (Christmas Album) dari Glen Fredly, ada sebuah lagu berjudul Terang yang mengingatkan kita untuk jadi terang Tuhan, 

sekelumit lirik lagu tersebut adalah sebagai berikut:
Jadilah terang jangan di tempat yang terang
Jadilah Terang di tempat yang gelap
Jadilah jawaban jangan hanya kau diam
Jadilah jawaban di luar rumahmu

Jadilah garam jangan di tengah lautan
Jadilah harapan jangan hanya berharap
Jadilah jawaban jangan hanya ucapan
Jadilah jawaban jangan tambahkan beban
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5:16).
Ayat yang mungkin sering dibaca atau kita sering mendengarkannya dalam khotbah. Ada orang-orang yang menyatakan,”Oh..saya tahu ayat itu, pendeta saya sering mengkhotbahkan hal itu….atau…Ah saya masih ingat itu ayat hafalan saat saya Sekolah Minggu dulu..”
Pernah mendengarkan atau menghafal ayat tersebut saja tidaklah cukup. Sebab Tuhan mencari orang-orang yang mau menjadi pelaku Firman Tuhan. Sama saat saya meminta putra saya, Philip, untuk membereskan tempat tidurnya,”Philip, coba bereskan tempat tidurmu.” Harapan saya adalah saat dia mendengar perintah saya maka ia segera membereskan tempat tidurnya. Saya tidak akan terkesan bila ia datang dan berkata,”Papa…saya hafal perintah Papa..”Philip, coba bereskan tempat tidurmu”….sudah saya renungkan kebenaran yang Papa katakan dimana saja dan kapan saja bahkan saya sudah studi dalam bahasa Yunani-nya pengertiannya jauh lebih dalam lagi dan menjadi berkat yang luarbiasa…memberikan pencerahan baru…” (Bukan berarti menghafalkan ayat Firman Tuhan atau mendalami pelajaran Alkitab itu salah). Tetapi yang saya inginkan sederhana saja……JUST DO IT (LAKUKAN). Tuhan berfirman bahwa IA lebih menyukai “Ketaatan” daripada korban persembahan. Tuhan tidak bisa disogok dengan harta atau ketaatan mengikuti pertemuan ibadah, sebab IA Yang memiliki segala sesuatu termasuk nyawa kita. (Hosea 6:6)
Sudahkah kita menjadi pelaku firman Tuhan…menjadi murid Kristus yang hari lepas hari bertumbuh… hingga pribadi Kristus makin tampak jelas melalui kehidupan kita? Dunia tidak terkesan mendengar celoteh dan kesaksian kita bila gaya hidup kita berlawanan dengan pengajaran atau kesaksian yang kita sampaikan. Apa yang kita sembah dalam hati atau “tuhan” dalam hati kita akan tampak melalui aksi atau tindakan kita setiap hari. Bila kita mengatakan Tuhan itu penuh kasih tetapi tindakan kita setiap hari tidak pernah menunjukkan empati atau belas kasihan terhadap sesama, siapa yang mau percaya pada Tuhan Yesus? Siapapun yang sungguh-sungguh terkoneksi dengan Tuhan Yesus maka ia akan menjadi pribadi yang full of compassion atau penuh belas kasihan.
Seseorang yang beriman pada Tuhan Yesus akan melakukan segala perintahNYA. MENGAPA? Seseorang tidak otomatis selamat karena dia beragama Kristen atau asal rajin ke gereja dan membayar perpuluhan. Syarat seseorang menjadi pengikut Kristus adalah,”Setiap orang yang mau mengikut AKU, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut AKU.”(Lukas 9:23). Lebih jauh bila kita membaca kitab Yakobus 2:14-26 dalam perikopnya jelas dikatakan Iman Tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Iman tanpa ketaatan untuk melakukan perintahNYA adalah percuma atau sia-sia. Seseorang menjadi “terang” dikala ia mentaati dan melakukan apa yang ia imani.
Saudara-saudaraku tercinta mendengarkan firman Tuhan, menghafalkannya dan mempelajarinya lebih dalam sangatlah baik tetapi semuanya akan menjadi sia-sia bila kita tidak pernah mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Saya seorang penggemar olahraga sepakbola dari sejak saya SD sampai masa kuliah. Saat kami hendak bertanding maka pelatih akan memberikan instruksi strategi apa yang akan digunakan sebagai tim, juga mengarahkan bagi setiap individu tugasnya di lapangan…setelah pengarahan maka kita siap menuju lapangan dan bertanding. Akan tampak konyol sekali bila sesudah semua pengarahan dan masuk stadion……dimana para suporter sudah berteriak-teriak memberi semangat tetapi “tim tersebut” bukannya bertanding malah semua duduk di bangku cadangan hingga akhirnya kalah WO karena enggan bertanding. Karena setelah melihat arena pertandingan “anggota tim” mulai dikuasai kegentaran, pikiran negatif, takut cedera dan kalah. Anda mengerti maksud saya? Kita pergi ke gereja atau persekutuan, mendengarkan firman Tuhan, menghafalkannya bahkan belajar Alkitab secara mandiri atau mengikuti sekolah…..tetapi “hanya sampai disitu”…..kita hanya senang mendapatkan instruksi dan mendengarkan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi TETAPI kita enggan melakukannya karena takut ada resikonya. Kalau kita melayani orang miskin nanti kita direpotkan oleh mereka dengan permintaan bantuan terus, kalau melayani mantan napi..iya kalau sungguh-sungguh bertobat kalau nanti  murtad lagi jangan-jangan seisi rumah dicuri, kalau melayani pelacur…jangan-jangan laki gua digodain..repot…dstnya..dstnya. Akhirnya kita batal melayani dan beralasan “bukan panggilan saya”. Banyak orang Kristen yang “playing safe”, mau menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat agar masuk surga dan dalam kehidupannya diberkati secara materi…”that’s it”….bila Tuhan memerintahkan sesuatu dalam firmanNYA yang mengusik “comfort zone/zona nyaman” selalu saja ada dalihnya. Bila kita membaca Yesaya 61:1-3 dan Kisah Para rasul 1:8, bila Roh Tuhan turun atas kita maka ada perintah dari Tuhan pada kita untuk melaksanakan tugas dariNya sebagai saksi dan kita mendapatkan suatu otoritas dari Tuhan untuk melaksanakannya. Ingat selalu bahwa bukan setiap orang yang berseru atau mengaku Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya akan otomatis selamat...Anda dapat membacanya dalam Matius 7:21-23…Bukan setiap orang yang berseru Tuhan..Tuhan..akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga…melainkan dia yang melakukan kehendak  BapaKu yang di sorga. Barangsiapa mengaku Yesus sebagai Tuhan atas hidupnya maka ia harus atau wajib hidup seturut dengan Tuhan sebagai teladannya. (1 Yohanes 2:3-6) Bila terjadi sebuah kebakaran besar lalu petugas pemadam kebakaran menunjukkan jalan keluar bagi kita maka yang perlu kita lakukan adalah segera keluar dari tempat itu dengan mengikuti dia.
Esensi kekristenan adalah mengasihi Tuhan dan sesama (Matius 22:37-40). Menjadi “terang” bukan sekedar terkoneksi dengan Tuhan tetapi juga menerapkan setiap perintahNYA dalam kehidupan kita sehingga orang dapat melihat pribadi Tuhan yang kita sembah melalui cara atau gaya hidup kita. Kasih Tuhan itu sangat “gila”….IA menyatakan kasih dengan cara yang sangat “ekstrim”….Yohanes 3:16 berkata,”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga IA telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Sebagai seorang ayah, saya mempunyai dua orang putra yang sangat saya kasihi, Philip dan George…meski saya memiliki dua orang anak….saya tidak akan pernah mau untuk mengorbankan salah satunya untuk menebus seorang atau sekumpulan penjahat yang tidak layak diampuni. Itulah Tuhan IA mengorbankan putraNYA untuk menebus dosa manusia berdosa..yang sebenarnya sama sekali tidak layak menerimanya. Siapakah saya dan Anda sampai IA mau menyelamatkan kita bahkan dengan mengorbankan AnakNYa….bahkan IA sudah membuka jalan penebusan di saat “kita masih melakukan dosa”….siapakah kita hingga dilayakkan..sungguh suatu anugerah….sebab kita sebenarnya sama sekali tidak layak.
BAPA memberikan Yesus untuk tebus kita….apakah yang sudah kita berikan padaNYA? IA hanya meminta kita untuk taat padaNYA…..jadilah TERANG……di muka bumi…di rumah.. di kantor…di mall…di cafĂ©….di kampus… di sekolah..di mana pun…LET IT SHINE….LET IT SHINE….tinggalkan zona nyamanmu…dan taati perintah Tuhan untuk pergi dan jadikanlah SEMUA BANGSA murid Tuhan. Jadilah teladan Tuhan dimana pun kita berada. Tuhan ibarat matahari dan kita bulan yang merefleksikan cahayaNya pada dunia yang gelap saat ini, sampai Tuhan, Sang TERANG, itu kembali ke dunia.



Tidak ada komentar: